“LAYAR MAYA”
Seni
hadir dalam tatanan hidup manusia sebagai alat komunikasi yang berupa bahasa
tubuh (gestikulasi), bahasa gambar (visual), dan bahasa suara, kata dan huruf
(bahasa verbal). Seni berjalan mendampingi manusia membentuk perdabanya, dan
senilah yang membentuk dunia sedemikian rupa adanya. Bahkan manusia dan dunia
yang ditempatinya adalah seni itu sendiri. Manusia dan dunia atau bumi
memproduksi seni secara alami serta secara disengaja. Semuanya berjalan
sinergis, sintesis, dan tanpa pernah kita sadari. Kemudian seiring dengan
berkembangnya ilmu pengetahuan, maka seni berkembang menjadi salah satu cabang
ilmu. Sebagai cabang ilmu seni sarat akan informasi, dan informasi tersebut
harus dikomunikasikan. Cara pengkomunikasianya beragam, tergantung dimana seni
itu berada dan berkembang. Informasi tentang sejarah, tentang ilmu- ilmu seni
dan kaidah- kaidah seni diolah, dikaji dan dikembangkan diruang institusi
pendidikan. Namun yang mesti diperhatikan disini adalah, seni dan ilmu seni
mesti dibedakan. Seni sebenarnya adalah perihal penghayatan dan ilmu seni
adalah pemahaman.
Apa
yang terpapar diatas merupakan sebuah kesadaran yang berada pada ruang- ruang
perenungan bersama, dan kemudian menjadi dasar untuk menciptakan wadah bagi
hasil- hasil olah pikir dan olah rasa yang berupa karya seni. Wadah tersebut
disepakati dengan nama “Layar Maya”. Secara harfiah layar maya bisa diartikan
sebagai layar atau space yang berada pada dunia tak kasat mata. Namun dalam hal
ini layar maya disepakati sebagai upaya merealisasikan atau upaya mewujudkan
gagasan atau ide lewat proses penciptaan karya seni, yang kemudian dilanjutkan
dengan mengkomunikasikanya kepada publik. Perwujudan karya seni disini adalah
beragam dan memuat sebagian cabang seni. Diantaranya musik, seni sastra(puisi),
seni rupa dan juga seni tari. Dalam hal ini, walaupun kegiatan ini mempunyai
latar belakang cabang seni tertentu, yaitu seni rupa, tapi dalam prosesnya
layar maya mewadahi semua cabang seni tersebut. Layar maya juga bisa dikatakan
pula sebagai ruang alternatif bagi yang membuka diri terhadap segala bentuk
hasil ide, gagasan, atau hasil riset dari semua kalangan. Layar maya hadir
sebagai agen komunikasi seni, dimana disini diselenggarakan proses
pengkomunikasian nilai- nilai seni, pengetahuan dan aspek- aspek penting
lainya. Layar Maya juga bisa dikatakan sebagai ruang independen, dimana disini
berdiri secara kolektif mandiri. Dalam penyelenggaraanya Layar maya bekerja
sama dengan warung ngopi B-jong yang bertempat di daerah Nologaten, selokan
mataram Yogyakarta. Layar maya mempunyai jadwal minggu ketiga disetiap bulanya,
dalam pelaksanaanya dibuka dengan performance tari tradisional, kemudian musik
performance, kemudian diselingi dengan pembacaan puisi atau sajak. Kemudian
ruang- ruang cafe direspon, dengan diisi dengan karya seni rupa.
Layar
maya hadir sebagai ruang kreatif yang lebih menekankan pada pengkomunikasian
seni pada masyarakat. Ruang yang mewadahi semangat berkesenian, dan juga ide, gagasan,
atau riset- riset dari para pelaku seni, sebagai upaya pengembangan ilmu
kesenian dengan mencari kemungkinan- kemungkinan baru dari muatan karya seni
yang dihadirkan disini. Tidak ada batasan tertentu dalam ruang ini, selama ada
semangat, selama ada wacana yang layak untuk didikusikan, selama ada ide atau
hasil pemikiran yang layak untuk dikomunikasikan, semua diwadahi dan diterima
bersama, kemudian diolah lantas dikomunikasikan kepada publik, masyarakat awam
khusunya.
Penulis : Anggara Lutfian Putra
Penulis : Anggara Lutfian Putra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar