Senin, 16 September 2013

LAYAR MAYA

“LAYAR MAYA”
Seni hadir dalam tatanan hidup manusia sebagai alat komunikasi yang berupa bahasa tubuh (gestikulasi), bahasa gambar (visual), dan bahasa suara, kata dan huruf (bahasa verbal). Seni berjalan mendampingi manusia membentuk perdabanya, dan senilah yang membentuk dunia sedemikian rupa adanya. Bahkan manusia dan dunia yang ditempatinya adalah seni itu sendiri. Manusia dan dunia atau bumi memproduksi seni secara alami serta secara disengaja. Semuanya berjalan sinergis, sintesis, dan tanpa pernah kita sadari. Kemudian seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, maka seni berkembang menjadi salah satu cabang ilmu. Sebagai cabang ilmu seni sarat akan informasi, dan informasi tersebut harus dikomunikasikan. Cara pengkomunikasianya beragam, tergantung dimana seni itu berada dan berkembang. Informasi tentang sejarah, tentang ilmu- ilmu seni dan kaidah- kaidah seni diolah, dikaji dan dikembangkan diruang institusi pendidikan. Namun yang mesti diperhatikan disini adalah, seni dan ilmu seni mesti dibedakan. Seni sebenarnya adalah perihal penghayatan dan ilmu seni adalah pemahaman.
Apa yang terpapar diatas merupakan sebuah kesadaran yang berada pada ruang- ruang perenungan bersama, dan kemudian menjadi dasar untuk menciptakan wadah bagi hasil- hasil olah pikir dan olah rasa yang berupa karya seni. Wadah tersebut disepakati dengan nama “Layar Maya”. Secara harfiah layar maya bisa diartikan sebagai layar atau space yang berada pada dunia tak kasat mata. Namun dalam hal ini layar maya disepakati sebagai upaya merealisasikan atau upaya mewujudkan gagasan atau ide lewat proses penciptaan karya seni, yang kemudian dilanjutkan dengan mengkomunikasikanya kepada publik. Perwujudan karya seni disini adalah beragam dan memuat sebagian cabang seni. Diantaranya musik, seni sastra(puisi), seni rupa dan juga seni tari. Dalam hal ini, walaupun kegiatan ini mempunyai latar belakang cabang seni tertentu, yaitu seni rupa, tapi dalam prosesnya layar maya mewadahi semua cabang seni tersebut. Layar maya juga bisa dikatakan pula sebagai ruang alternatif bagi yang membuka diri terhadap segala bentuk hasil ide, gagasan, atau hasil riset dari semua kalangan. Layar maya hadir sebagai agen komunikasi seni, dimana disini diselenggarakan proses pengkomunikasian nilai- nilai seni, pengetahuan dan aspek- aspek penting lainya. Layar Maya juga bisa dikatakan sebagai ruang independen, dimana disini berdiri secara kolektif mandiri. Dalam penyelenggaraanya Layar maya bekerja sama dengan warung ngopi B-jong yang bertempat di daerah Nologaten, selokan mataram Yogyakarta. Layar maya mempunyai jadwal minggu ketiga disetiap bulanya, dalam pelaksanaanya dibuka dengan performance tari tradisional, kemudian musik performance, kemudian diselingi dengan pembacaan puisi atau sajak. Kemudian ruang- ruang cafe direspon, dengan diisi dengan karya seni rupa.

Layar maya hadir sebagai ruang kreatif yang lebih menekankan pada pengkomunikasian seni pada masyarakat. Ruang yang mewadahi semangat berkesenian, dan juga ide, gagasan, atau riset- riset dari para pelaku seni, sebagai upaya pengembangan ilmu kesenian dengan mencari kemungkinan- kemungkinan baru dari muatan karya seni yang dihadirkan disini. Tidak ada batasan tertentu dalam ruang ini, selama ada semangat, selama ada wacana yang layak untuk didikusikan, selama ada ide atau hasil pemikiran yang layak untuk dikomunikasikan, semua diwadahi dan diterima bersama, kemudian diolah lantas dikomunikasikan kepada publik, masyarakat awam khusunya.

Penulis : Anggara Lutfian Putra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar