Jumat, 17 Februari 2017

FESTIVAL KATHOK ABANG


Poster By : Warga Watu Kodok


Poster By : AntiTank
Deskripsi Acara :


Festival Kathok Abang 
"Peringatan 1 tahun perjuangan warga pantai Kapen-Watukodok"


Festival ini digelar untuk memperingati 1 tahun perjuangan warga mempertahankan Pantai Kapen-Watukodok dari ancaman kerusakan alam dan kerusakan hubungan sosial yg dihadirkan bersama industri wisata berskala besar, sebagai akibat dari 'keistimewaan' DIY.

Nama Kathok Abang (celana merah) sengaja dipilih untuk mengingat kembali istilah yang disematkan oleh pihak investor kepada warga yg mayoritas berpendidikan SD, sebab istilah itu mengacu pada seragam murid SD. Warga berpengetahuan setingkat SD menghadapi ancaman, baik perdata maupun pidana, dari pihak2 yang hendak mengubah wajah pantai Kapen-Watukodok menjadi sampah industri wisata dan kawasan rawan bencana. Bagaimana tidak? Industri wisata selalu meninggalkan sampah yang membunuh wisata, dan tidak tanggung-tanggung bukit serta tumbuhan pencegah abrasi akan dipangkas rata demi bangunan penginapan. Pantai-pantai di sekitar Kapen-Watukodok adalah buktinya.

Pantai Kapen-Watukodok bukan hanya ruang hidup bagi keanekaragaman hayati, tetapi juga sumber penghidupan bagi warga di 3 dusun. Warga tidak hanya bijak memanfaatkan, namun terbukti mampu merawat kelestarian rupa dan fungsi pantai Kapen-Watukodok. Festival ini adalah salah satu upaya warga dan para pihak yg peduli untuk menghindarkan pantai Kapen-Watukodok dan warga dari bencana lingkungan dan sosial.

Demikian, semangat Festival Kathok Abang semestinya ditanamkan dan dihidupi bersama di setiap tempat.

Waktu & Tempat:

Rabu, 25 Mei 2016 
Pantai Kapen-Watukodok, Kelor Kidul, Kel. Kemadang, Kec. Tanjungsari, Gunungkidul, D.I.Y

Pukul 09.00 - selesai.

Kegiatan :
- Upacara bendera
- Kenduri 
- Bersih pantai
- Gelaran pangan lokal
- Pembukaan serta renungan perjuangan warga 
- Panggung kesenian 
- Lapak kreatif 
- Live sablon
-Workshop rontek bersama warga *(Selasa, 24 Mei 2016)

Partisipan acara:
Merapi Purba | Deugalih | Sisir Tanah | Agoni | Dendang Kampungan | KetjilBergerak | Half Eleven pm | Anti-Tank | Survive Garage | IVAA | Geneng Street Art | Ocean of Life Indonesia | Kukomikan | Rontek Bergerak | Frog House | Green Kost | Needle n' Bitch


Dokumentasi Acara dan Beberapa berita tentang Pantai Watu Kodok :
(Open Link Video Kathok Abang)















-Giyanto, Kepala Dukuh Kelor Kidul, Tanjungsari, Gunung Kidul mendukung aspirasi warga untuk mempertahankan lahan seluas 19.359 m2 di Pantai Kapen-Watukodok agar tak dikuasai investor. Sebagai Kepala Dukuh, ia mendukung penuh warga untuk mempertahankan lahan yang sedari dulu warga garap. “Saya berada di tengah masyarakat. Jangan sampai mereka kecewa, jadi saya mendukung
warga dan juga tetap mengikuti gerak mereka,” ujarnya.














Koran Kedaulatan Rakyat Senin 23 Januari 2017

Ketika pemerintah membuka pintu utk investor menguasai SDA yg ada d Gunung Kidul maka yg terjadi adl konflik. Warga yg selama ini hidup dr lapak2 dipinggir pantai dan pengelolaan parkir akan disingkirkan dg korporasi bentukan pemerintah&invrstor. Kedatangan investor jg tdk menguntungkan sama sekali utk warga. Contoh kasusnya adl konflik di pantai #WatuKodok Kapen yg akan digusur dg dalil penertiban sepadan pantai ttp justru bukit disisi pantai akan dijadikan resort&resto. Hal ini tdk lepas dr status tanah yg merupakan SG/PAG (sultan ground/paku alam ground) yg "dikancing" oleh kekancingan antara kraton dg investor
Apakah pembangunan hotel yg masif jg akan terjadi di Gunung Kidul? Apakah pegunungan seribu akan hilang dan digantikan dg pegunungan hotel?
Apakah retribusi&parkir yg diperoleh dari wisata Gunung Kidul dirasakan oleh warga setempat? Apakah dg masuknya investor&korporasi penguasa meningkatkan taraf hidup warga?







Tidak ada komentar:

Posting Komentar